Postingan

POSTING UNGGULAN

PENDAFTARAN SMP ISLAM TERPADU KHOLILIYAH 2021/2022

Gambar
Pendaftaran SMP Islam Terpadu Kholiliyah Tahun Pelajaran 2021/2022 dibuka pada pertengahan bulan Februari 2021. Berikut kami sampaikan detail informasinya: Program Unggulan Tahfidzul Qur'an (lulus SMP hafal 15 juz) Mahir membaca kitab kuning, hafal Jurumiyah, Umrithi, dan Alfiyah Fasilitas Khusus Peringkat 1-3 mulai dari kelas 1-6 gratis biaya pendidikan selama 1 semester Waktu Pendaftaran Gelombang I: 17 Februari s/d 30 April 2021 Gelombang II: 02 Mei s/d 10 Juli 2021 Syarat Pendaftaran Fc. Ijasah dan SKHUN 2 lembar dilegalisir Fc. Akte kelahiran, KK, KTP Orang Tua, KIP/KKS/PKH (bagi yang punya) masing-masing 1 lembar Fc. sertifikat bagi yang berprestasi non-akademik Pas foto warna background merah 3x4 sebanyak 4 lembar Stofmap warna hijau (Putra) dan merah (Putri) Menandatangani Surat Pernyataan Kesanggupan/Wajib tinggal di Pondok Pesantren Membayar biaya pendidikan selama satu semester yakni Rp. 720.000,- Pendaftaran Langsung Calon peserta didik membawa berkas dan biaya pendidik

PENDAFTARAN SMP ISLAM TERPADU KHOLILIYAH 2020/2021

Gambar
Pendaftaran SMP Islam Terpadu Kholiliyah Tahun Pelajaran 2020/2021 dibuka pada pertengahan bulan Februari 2020. Berikut kami sampaikan detail informasinya: Program Unggulan Tahfidzul Qur'an (lulus SMP hafal 15 juz) Mahir membaca kitab kuning, hafal Jurumiyah, Umrithi, dan Alfiyah Fasilitas Khusus Peringkat 1-3 mulai dari kelas 1-6 gratis biaya pendidikan selama 1 semester Waktu Pendaftaran Gelombang I: 17 Februari s/d 30 April 2020 Gelombang II: 02 Mei s/d 10 Juli 2020 Pre-test: 11 Juli 2020 Pengumuman: 12 Juli 2020 MPLS: 13-15 Juli 2020 Syarat Pendaftaran Fc. Ijasah dan SKHUN 2 lembar dilegalisir Fc. Akte kelahiran, KK, KTP Orang Tua, KIP/KKS/PKH (bagi yang punya) masing-masing 1 lembar Fc. sertifikat bagi yang berprestasi non-akademik Pas foto warna background merah 3x4 sebanyak 4 lembar Stofmap warna hijau (Putra) dan merah (Putri) Menandatangani Surat Pernyataan Kesanggupan/Wajib tinggal di Pondok Pesantren Membayar biaya pendidikan selama s

LOGO SMP ISLAM TERPADU KHOLILIYAH

Gambar

AJARI AKU SEPEDA MOTORMU

Gambar
Allahu akbar allahu akbar Laa ilaaha illallah... Lamat-lamat kudengar suara bang Azman setelah sepertinya ada yang memanggil sambil menggoyang-goyangkan kaki kanan dan kiriku berulang kali hingga ku terbangun, terkejut. Tak mungkin. Bukan, ya, itu memang bukan. Beberapa saat sambil duduk merapikan kain bermotif batik milik ibu yang dibawakan untuk kupakai selimut tidurku, ku tunggu ternyata bang Azman tak lagi pegang mikrofon dan melafalkan puji-pujian seperti biasanya. Oh, berarti yang tadi bukan azan tetapi iqamat. Pantas, tak ada lagi suara si abang tukang tambal ban yang sehari-hari selalu menyempatkan diri berazan dan beriqamat di masjid  samping tempatnya berkarya. Pikirku dalam hati. Bergegas ku menuju kamar mandi untuk mengambil air suci guna melapor serta mensyukuri kondisi diri yang baik ini kepada ilahi rabbi Tuhan sang pencipta langit dan bumi beserta isi dan segala fungsi. Sang surya belum menampakkan keangkuhannya saat kubuka pintu rumah Pak Dar yang dipaka

ANTARA AKU DAN NARKOBAMU

Gambar
Pagi ini  kuawali hari ini dengan sebuah ta’ziran dari pengurus pondok. Mau tidak mau ku jalani saja ta’ziran berupa menyapu halaman yang luasnya minta ampun itu dengan setengah hati. Untung saja sebuah suara menyelamatkanku. “Citra… ada telfon buat kamu,” panggil sebuah suara dari dalam. Kulempar sapu lidi yang sedari tadi ku pegang  ke segala arah. Tampak mbak Yuni memberengut tak suka saat kutinggalkan begitu saja. Tak perlu pikir panjang kutinggalkan pengurus yang hobi memberiku ta’ziran tersebut. “Mungkin dari bunda,” batinku menduga dan benar saja telfon tersebut memang dari bunda. Dalam beberapa menit lamanya aku asik mengobrol dengan beliau. “Kamu yang hati hati aja disana. Disini, bunda lagi banyak kerjaan!” pesannya padaku. Ku hela nafas panjang setelah ku akhiri percakapan dari bunda. ”Selalu saja begini “ umpatku dalam hati. Mencoba menenangkan perasaanku yang campur aduk. Mataku menatap langit langit. Mencoba menghalangi butir butir air mata jatuh dari kelopak

CERMIN MASA DEPAN RANIA

Gambar
Pagi yang cerah seiring dengan suara burung berkicau di udara, tiba-tiba seluruh tentara dikagetkan dengan  suara dengung di pusat markas Indonesia terdengar jelas di telinga seluruh tentara, termasuk Tirta.  Suara dengung itu pertanda akan diadakannya perundingan di lapangan IKADA. Tak lama kemudian seluruh tentara pun berkumpul di tempat biasa di gunakannya perundingan. Sesudah seluruh tentara berkumpul, berbaris sesuai jabatan masing-masing. Jabatan tertinggi di depan.  Acara perundingan segera dimulai. ”Assalamu’alaikum wa rohmatullohi wa baroka...tuh. Selamat pagi semuanya,” ucap BaPak Suripto selaku pemimpin seluruh tentara membuka acara. “Wa’alikumsalam wa rohmatullohi wa barokatuh. pagi Pa...k,” sahut seluruh tentara menjawab sapaan atasannya secara semangat. Seluruh tentara kelihatan penasaran dengan apa niat Pak Suripto mengumpulkan seluruh tentara yang ada. Mereka semua saling bertanya-tanya untuk menghilangkan rasa penasaran mereka masing-masing. “Pada kesempa

WINDA SANTRIWATI BAIK HATI

Gambar
Suara burung berkicau. Pertanda mentari telah datang. Winda bangun dari tidurnya. Saat itu ia baru duduk di bangku SD. Winda adalah sosok orang yang sangat baik hati, pintar dan sering membantu ibunya. Inilah kisah perjuangan Winda yang ingin membantu warga desanya. Suatu hari ibunya berkata pada Winda. “Win, suatu hari nanti kalau kamu sudah lulus dari sekolah dasar kamu ingin sekolah dimana?” “Aku ingin bersekolah di sekolah favoritku, Ibu,” jawab Winda. “Kamu harus rajin belajar supaya kamu bisa mendapat nilai yang bagus.” “Andai saja aku tidak mendapatkan nilai yang aku harapkan apakah ibu akan marah?” “Tentu tidak. Nilai itu hasil dari kerja keras kamu selama ini dan Winda harus mempunyai pikiran yang positif.” Hari hari itupun berlalu Winda yang dulunya duduk di kelas 6 SD sekarang sudah berakhir Winda memikirkan dengan sepenuh hati dan membayangkan satu hal yang sebelumnya tidak terfikirkan olehnya. “Kalau aku menjadi santri bagaimana ya?” Dengan usaha dan ker